Perayaan hari raya Galungan dan Kuningan
Hari Raya Galungan dan Kuningan
Hari raya Galungan dan Kuningan merupakan perayaan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan) sekaligus perayaan rasa syukur kepada alam semesta beserta isinya bagi umat Hindu. Perayaannya dilakukan dengan persembahyangan ke pura dengan menghaturkan persembahan yang disebut banten.
Hari raya Galungan dan Kuningan diperingati setiap 6 bulan sekali atau 210 hari dalam setahun. Dalam kalender Bali, hari raya Galungan ditentukan berdasarkan wuku, tepatnya pada Rabu (Budha) Kliwon Wuku Dungulan. Begitu juga dengan perayaan hari raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (Saniscara) Kliwon Wuku Kuningan atau berjarak 10 hari setelah hari raya Galungan.
Dalam menyambut perayaan hari Raya Galungan Kuningan, semua umat Hindu mempersiapkan segala sarana dan prasana untuk membuat persembahan atau banten yang akan dihaturkan saat persembahyangan nantinya. Selain itu, terdapat tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu pada sehari sebelum hari Raya Galungan maupun Kuningan yang dinamakan dengan Penampahan. Pada saat Penampahan Galungan umat Hindu menunjuk Penjor atau bambu yang dihiasi janur dengan perlengkapan persembahyangan lainnya di depan pekarangan atau halaman rumah. Penjor ini dimaknai sebagai seekor naga dan menjadi simbol kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).
Selain itu ada tradisi mepatung yang dilakukan umat Hindu pada saat penampahan Galungan maupun Kuningan ini. Mepatung merupakan kegiatan kebersamaan yaitu menyembelih babi bersama dan dibagikan sesama rata sesuai dengan anggaran setiap individunya. Tradisi mepatung ini menjadi simbol dalam memusnakan sifat malas, rakus, dan tamak seperti sifat seekor babi.
Sebagian banyak juga umat Hindu melakukan tradisi Ngelawar yaitu mencincang nangka, pepaya muda, dan klungah (kelapa muda yang belum berisi daging) yang direbus dan disatukan dengan bumbu khas Bali. Lawar tersebut akan sebagian dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi sebagai rasa syukur umat Hindu dan sebagiannya dihidangkan untuk makan bersama sanak keluarga.
Komentar
Posting Komentar